Senin, 13 Februari 2017



Tuntunan Praktis Perawatan Jenazah
Penulis Drs. Saifuddin Zaini, M. Pd. I
87 halaman
Penerbit Pagan Press, 
Februari 2017


Buku kecil “TUNTUNAN PRAKTIS PERAWATAN JENAZAH” ini disusun untuk membantu dan memberi jalan kemudahan pembaca dalam merawat jenazah.





Tuntunan Praktis Thaharah Shalat Maktubah
Penulis Drs. Syaifuddin Zaini, M. Pd. I
Penerbit Pagan Press, Februari 2017


Dalam buku ini selain memberi tuntunan tentang Thaharah dan Shalat Maktubah, dilengkapi pula dengan tuntunan dzikir dan do’a sesudah shalat. Dengan harapan buku kecil ini dapat berguna dan memudahkan bagi pembaca, terutama kelaurga dalam melaksanakan ibadah Shalat Maktubah, dzikir dan do’a sesudah Shalat.

Rabu, 11 Januari 2017



BERMAIN BAHASA INGGRIS
Penulis Mardjuki
Penerbit Pagan Press, Januari 2016

Ide pembuatan buku ini terinspirasi saat penulis menjadi direktur di Yayasan Mutiara Ilmu Nasional. Saat itu penulis memberikan konsultasi pembuatan silabus bahasa Inggris dan Lesson Plan yang dinilai kurang aplikatif dan relevan. Awal mula penulis membuat buku ini hanya diperuntukkan kalangan sendiri, SD Plus Mutiara Ilmu. Namun saat hal ini diketahui Munif Chatib, pakar dan praktisi Multiple Intelligences yang sekaligus sebagai pembina dalam yayasan tersebut, beliau menyarankan agar buku ini diajukan ke pihak penerbit supaya bisa dimanfaatkan seluruh sekolah di tanah air.


MATA KATA, Dari Literasi Diri
Penulis Much. Khoiri
Penerbit Pagan Press, Januari 2017
Tebal 197 halaman


Hakikatnya, kata memiliki mata, sebab ia selalu hidup dan dinamis. Dalam diri seorang subjek, mata mampu melihat objek di mana ia akan menemukan maknanya secara lebih lengkap. Satu kata akan menjadi frase jika bertemu satu atau lebih kata lain. Ia juga akan bertemu kata-kata lain untuk membentuk klausa, kalimat, paragraf, esai, paper, dan karya yang lebih kompleks. Di mata penulis kata benar-benar hidup. Kata digunakan untuk menangkap dan memproduksi makna ke dalam wacana yang bisa dipahami orang lain.


TRAVELEA, lea part 4
Penulis Ephie Craze
Penerbit Pagan Press, Januari 2017
Tebal 202 halaman



Buku LEA Part 4 : TRAVELEA ini menjadi penutup untuk serial Lea.
Dikisahkan dengan teknik flaskback, buku ini diselesaikan penulis di Netherlands, pada Januari 2017. Sehingga dapat dibayangkan bagaimana novel bergenre kisah petualangan ini memboyong peristiwa-peristiwa lampau, yang belum tersaji dari buku-buku sebelumnya. Dengan kata lain, ada cukup waktu untuk kontemplasi dan menampilkan dengan bahasa ucap yang lebih indah dari sekadar catatan perjalanan. Dan ini menjadi kekuatan novel yang memprasyaratkan kekuatan laku pengalaman penulisnya tersebut.

Sabtu, 24 Desember 2016



UPA JIWA,  Hikayat Perjalanan ke Belakang
Penulis S. Jai
Tebal 118, Desember 2016

Dengan kata maka hadirlah persembahan jiwa, ruh dan cinta.
Mulanya aku hendak menulis sebuah novel tentang cinta—tepatnya kisah cinta dua sejoli yang mabuk asmara. Meski pelbagai peristiwa juga beban psikologis calon tokoh-tokohnya berkumpar di benakku, apa lacur bila yang datang padaku bukanlah arak-arakan kalimat? Yang bertandang padaku adalah kata. Makin banyak kata-kata bertamu menghampiriku, minta perhatianku, bahkan menterorku. Lebih dari itu, kecintaanku terhadap kata—dalam hal ini yang kerap kudekati dengan kasih sayang agar tersusun menjadi prosa—secara perlahan dan tekun, menerbitkan situasi yang sama sekali beda; kata itu berbalik mencintaiku apa adanya.
Aku cukup menderita dalam eksistensi dan posisiku seperti ini. Demikianlah aku menulis puisi—atau tepatnya menganggit semacam puisi—bermula dari takrif peristiwa.●


BUKAN JEJAK BUDAYA
Penulis Much. Khoiri
Tebal 248, Desember 2016


"Penyusunan buku ini, tentu, merupakan upaya untuk menghimpun tulisan-tulisan saya yang ada di berbagai media, baik cetak maupun online. Karena itu, ia menawarkan berbagai topik dan persoalan yang saya jalani dan alami selama beberapa waktu ini. Tentu saja, sadar atau tidak sadar, tulisan-tulisan yang ada hakikatnya merupakan tulisan «human interest» yang reflektif sifatnya.
Secara subsekuen buku ini tersusun atas lima bagian: jejak artefak budaya, jejak wisata budaya, jejak etos, jejak hikmah, dan jejak kearifan. Masing-masing bagian memberikan tawaran aneka hikmah dan inspirasi kepada pembaca akibat beragamnya potensi sumber tulisan. Bagaimanapun juga, keberagaman tulisan bergantung pada potensi objek, potensi kreatif penulis, dan potensi teknik menuliskannya." (Much. Khoiri)